Story Baby Wiewie

GooD MorninK temen2!!

Menindaklanjuti info yang diforward Leni di BBM:

Wieyasa Gunawan (Wie-wie), putra dari Bpk Dedy Gunawan & Ibu Yenny Tjen yang menderita Hernia Diafragma (kelainan dimana sekat pada diafragma/ rangka dada bercelah (semestinya tidak ada) sehingga organ-organ yang ada di dalam perut bergeser dan mendesak masuk lewat celah; mendesak paru2 dan menyulitkan proses pernafasan).

Maka tim memutuskan untuk mencek dan memberikan bantuan jika memang benar adanya. Yang menjadi dasar pertimbangan kami adalah:

  1. Tanggal info ini dibuat oleh keluarga bayi dengan tanggal kami menerima berdekatan (up to date).
  2. Kemungkinan kecil ini Hoax, karena Leni dapat info dari ex teman kantornya, yang juga teman langsung dari pak dedy sendiri.

Singkat cerita kami ingin share pengalaman kami kemarin pada teman-teman:

Kami bertiga (Hengky, Weli, dan Yanius) pada hari minggu tgl 26 Feb kemarin berkunjung ke RS Hermina Podomoro di Sunter. Sekitar jam 1 siang kami tiba dan langsung menuju ruang ICU tempat baby wie2 dirawat (lt 3). Saat kami tiba disana, kami sempat masuk dan melihat sekilas baby wiewie (kebetulan ada di ruangan pertama setelah pintu masuk ICU). Memang benar kondisinya seperti yang ada di foto BB yang kami dapat. Hanya saja karena saat itu jam besuk sudah lewat, maka kami tidak sempat memfoto pasien.

Setelah itu Hengky menghubungi no kontak dari BB yang ternyata milik pak Dedy. Dan lewat Hengky kami pun menjelaskan maksud kedatangan kami. Pak Dedy kebetulan sedang dalam perjalanan dan baru ke RS lagi jam 2-an. Akhirnya kami pun menunggu beliau sampai sekitar jam setengah 3 kurang.

Setibanya pak Dedy disana, kami naik lagi ke ICU dan lanjut mengobrol didepan ruangan tersebut (karena tidak diperbolehkan masuk- untuk menjaga kesterilan ruangan). Sempat ga nyangka juga, ternyata pak Dedy masih muda sekali.

Lalu pak Dedy pun bercerita. Awalnya saat proses kehamilan, semua berjalan baik, saat baby di USG pun tidak ada kelainan apapun; hanya saja memang sempat terdapat flek pada kandungan- namun itu normal menurut dokter. Saat persalinan pun berjalan baik, hanya saja saat itulah pak Dedy baru tahu kalau anaknya mengalami Hernia Diafragma tersebut.

Dengan sangat terpaksa pak Dedy dan istrinya mengijinkan dokter untuk melakukan operasi demi menyelamatkan nyawa anaknya yang baru lahir itu. Selesai operasi, baby wie2 masih mengandalkan alat bantu nafas dan infus untuk pemulihannya. Saat kami berkunjung pun baby wie2 masih memakai ventilator (50 : 50). Dan malam sebelumnya sempat menurun (demam dan kuning). Rencananya minggu sore itu akan disinar oleh dokter.

Dalam obrolan pak Dedy sempat bercerita tentang biaya perawatan yang harus dia tanggung, yang tentunya teman2 bisa duga… tidak murah, bisa sampai 5 jutaan per hari (full life support), belum biaya operasinya. Apalagi menurut dokter, perlu waktu lebih kurang 1 bulan untuk pemulihan Wie2. Satu kutipan yang kami tangkap dari mulut beliau langsung– hal inilah yang memantapkan hati kami untuk memberikan bantuan pada keluarga beliau, adalah..

“Sebenarnya saya dibilang ngga mampu juga bukan, dibilang kaya juga ngga. Saya punya HP punya BB. Jujur.. Saat saya tanya tentang biayanya (perawatan), kalau untuk 2-3 hari mungkin saya masih mampu nanggung sendiri.. Tapi kalau untuk 1 bulan.. Saya benar-benar berat..”

Karena itu kami memutuskan untuk memberikan semua dana yang kami sediakan sebelumnya (9 juta rupiah) pada beliau, tentunya dgn doa dan harapan agar titipan teman2 tsb bisa bermanfaat untuk kesembuhan baby wie2, sekaligus meringankan sedikit beban pikiran pak Dedy & istri.

Ada sedikit perubahan raut muka saat kami menyerahkan amplop coklat itu. Pak dedy yang tadinya tersenyum ramah saat menjelaskan kondisinya, tiba2 seperti terharu. Yup, jujur aja.. kalau saja kami ikut2an pasang muka terharu, kami yakin berempat pasti mulai nangis2an…

“Bantuan yang bagi anda sedikit.. sangat berarti banyak buat saya (keluarga).. Terima kasih..” kata beliau.

Satu hal positif lagi yang kami belajar dari pak Dedy, beliau sangat positif thinking dan yakin kalau wie2 bisa segera pulih. And guess what?

Malam harinya jam 12an, Hengky di telp pak Dedy. Beliau selain menanyakan kami berasal dari grup apa, juga sekalian mengabari… Baby wie2 sudah lebih baik setelah disinari (sudah merah lagi). Kami yang mendengar kabar itu, tentu merasa sangat senang dgn perkembangannya, tak lupa kami mendoakan supaya wie2 bisa semakin membaik dan pulih sepenuhnya dalam waktu dekat. Kami harap, teman2 yang membaca ini juga turut merasa senang.

Demikianlah pengalaman yang ingin kami bagi dgn teman2: cerita tentang satu foto yang kami ambil kemarin. Tidak ada maksud lain dari kami selain harapan agar teman2 sekalian bisa semakin bersemangat dan feel good setelah membaca ini.

thanks buat:
Leni yang sudah forwardin info ini,
Hengky, Weli & Yanius yang sudah survey langsung,
serta teman2 GD semua, yang sudah mendukung untuk membantu baby Wie2.

ps: buat teman2 lain yg mungkin masih ingin membantu, bisa datang langsung ke ICU lt 3 RS Hermina Podomoro, sunter. Untuk info no kontak ada di blog GD: http://www.gdeeds.wordpress.com

GBU & BBU

🙂

Foto-foto Wiewie 


(kiri = anggota Good Deeds, kanan = Dedy Gunawan), lokasi foto di depan pintu ruang ICU.

Dikarenakan belum saat jam berkunjung ke dalam ruangan ICU, maka kami meminta izin agar dapat men-dokumentasikan bapak Dedy Gunawan (selaku ayah dari Wiewie) sehingga dapat dijadikan sebagai bukti kepada teman-teman bahwa informasi yang didapat dari blackberry messenger adalah Benar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s