Seni Kehidupan

Kapal dibuat untuk mengarungi samudra, bukan untuk berdiam di dermaga.

Manusia lahir untuk mengarungi samudra kehidupan, bukan untuk diam & menunggu akhir kehidupan.

Dalam mengarungi samudra kehidupan kita akan banyak diterpa gelombang dan sesekali dihantam badai yang datang menerjang, tapi itulah seni kehidupan.

Teruslah mengembangkan layar & nikmatilah sisa perjalanan kita dari satu saat ke saat berikutnya karena hidup yang nyata hanya ada di saat ini.

Dalam hidup, wajar jika muncul rasa takut jatuh & takut salah, tapi tidak wajar jika kita terperangkap dalam rasa takut tersebut. Sebagai manusia, kita tumbuh dari proses jatuh bangun. Tidak ada bayi yang berlari sebelum belajar jalan. Tidak ada bayi yang belajar jalan tanpa jatuh bangun. Jatuh bangun adalah sebuah proses alami. Yang keliru adalah pandangan tidak boleh jatuh & tidak boleh salah.

Wajar jika kita menyesali kesalahan, tapi tidak wajar jika kita terperangkap dalam penyesalan. Sesal yang di-piara tiada guna. Tidak mengulangi kesalahan yang sama itu yang berguna.

Mendung datang langit gelap bukanlah kabar buruk tapi kabar baik akan sejuknya air hujan yang akan turun di tempat yang gersang.

Rasa sakit adalah sinyal peringatan dari tubuh kita. Tanpa rasa sakit, kita tidak akan bertahan lama karena kita tidak akan tahu sedang dalam bahaya.

Indahnya hidup tidak ditentukan oleh seberapa banyak harta kita, seberapa tinggi posisi kita, seberapa besar kekuasaan kita, seberapa tersohor diri kita, tapi terletak pada seberapa paham kita akan arti kehidupan.

Sumber : Lausuardi (BBM)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s