Bernilai dan Tak Ternilai

Dalam baksos kesehatan Tzu Chi, banyak dokter anggota TIMA (Tzu Chi International Medical Association) menemukan kembali kebahagiaan murni tanpa pamrih yang telah lama hilang. Kebahagiaan dan kepuasan batin yang mereka dapatkan dari baksos kesehatan tidak tergantikan oleh uang atau keuntungan apa pun. Walau tidak mendapat imbalan dan harus menempuh perjalanan jauh untuk menjangkau pasien, tapi mereka bisa merasakan penderitaan pasien; hanya dengan ikut merasakan penderitaan pasien dan menyembuhkannya, kebahagiaan baru bisa dirasa.

Sekali uang ikut berperan, perasaan akan termaterialisasikan. Jika waktu dokter dianggap sebagai biaya, maka waktu pemeriksaan harus dipersingkat dan honor harus dinaikkan, tingkat perputaran pasien harus cepat, semua ini akan memadamkan kebahagiaan yang tadinya bisa didapat dari sumbangsih murni.

Kita akan menemukan bahwa nilai sejati dalam hidup tidak didapat dari imbalan materi, apalagi dari penilaian eksternal. Sesuatu yang “bernilai” belum tentu berharga, tapi sesuatu yang “tak ternilai” baru benar-benar berharga. Dengan menemukan kembali hati yang murni, kita baru bisa menemukan kembali kebahagiaan tanpa pamrih, juga bisa menikmati hidup yang makmur dan berarti. Dan hal ini hanya bisa didapat melalui sumbangsih tanpa pamrih.

Buku “Sebersit Inspirasi” hal. 197-206 (Her Rey-Sheng).

Sumber : Suriyanti (BTIKA)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s